PERTUMBUHAN EKONOMI

Pertumbuhan ekonomi adalah peningkatan dalam kemampuan dari suatu perekonomian dalam memproduksikan barang-barang dan jasa-jasa. Dengan kata lain, pertumbuhan ekonomi lebih menunjuk pada perubahan yang bersifat kuantitatif dan biasanya diukur dengan menggunakan data produk domestik bruto (GDP) atau pendapatan per kapita.

Untuk menghitung laju pertumbuhan ekonomi digunakan formula:

  1. Sumber Pertumbuhan Ekonomi

Output barang dan jasa yang dihasilkan oleh suatu perekonomian bergantung pada kuantitas input yang tersedia, seperti kapital dan tenaga kerja, dan produktivitas dari input tersebut. Pertumbuhan output dapat dipecah ke dalam tiga bagian yaitu; Pertumbuhan produktivitas, Pertumbuhan input kapital, dan Kenaikan input tenaga kerja.

Sebagaian besar ahli ekonomi Sollow Residual diinterpretasikan sebagai bagian dari pertumbuhan ekonomi yang disebabkan oleh kemajuan teknologi.

  1. Model Pertumbuhan Sollow

Model pertumbuhan ekonomi dari Solow tersebut berusaha untuk menjelaskan bagaimana pertumbuhan ekonomi itu terjadi sepanjang waktu.

  • Fungsi Produksi Per Tenaga Kerja

Fungsi produksi yang dinyatakan dalam bentuk per tenaga kerja:

  • Keadaan Mapan

Kedaan mapan adalah posisi keseimbangan jangka panjang dimana stok kapital per tenaga kerja mencapai nilai keseimbangan dan tetap tidak berubah pada tingkat tersebut.

Faktor-faktor penentu yang fundamental dari standar hidup jangka panjang:

Kenaikan dalam: Output, konsumsi dan kapital per tenaga kerja
Tingkat Tabungan Naik
Laju Pertumbuhan Penduduk Turun
Produktivias Naik
  1. Model Pertumbuhan Baru

Dalam model pertumbuhan baru ada dua pandangan yaitu:

  • Pandangan yang memfokuskan pada peranan modal manusia.
  • Pandangan yang menekankan pentingnya inovasi teknologi oleh perusahaan swasta sebagai suatu sumber pertumbuhan produktivitas.
  1. Kebijakan Pemerintah untuk Meningkatkan Standar Hidup Jangka Panjang
  • Kebijakan untuk mempengaruhi tingkat tabungan.
  • Kebijakan untuk meningkatkan tingkat pertumbuhan produktivitas
  • Kebijakan industrial
  1. Pertumbuhan Ekonomi dalam Perekonomian Terbuka
  • Pertubuhan dan Aliran modal Internasional.

Di dalam suatu perekonomian terbuka, investasi dalam negeri dapat dibiayai dengan tabungan luar negeri dari pada tabungan dalam negeri itu sendiri. Keterbukaan perekonomian dapat menjadi sebagai suatu faktor pendorong menuju kearah penurunan dalam kesenjangan diantara berbagai negara di dalam output per kapita dan rasio modal tenaga kerja.

  • Pertumbuhan dan Perdagangan.

Dengan keterbukaan ekonomi negara berkembang terhadap perdagangan luar negeri, maka pasar negara tersebut yang sempit, akan menjadi semakin luas. Singkatnya, keterbukaan ekonomi suatu negara terhadap pasar dunia dapat menyediakan peluang untuk industrialisasi dan pertumbuhan yang cepat.

  • Perekonomian terbuka dan konvergensi Ekonomi.

Ada dua alasan yang kuat untuk mengharapkan adanya konvergensi, yaitu:

  1.  Sampai pada tingkat tertentu perbedaan di dalam tingkat output per kapita adalah merupakan akibat dari perbedaan di dalam capital-labor ratios.
  2. Sampai pada tingkat tertentu perbedaan pendapatan merupakan akibat dari perbedaan di dalam teknologi.

Posted on 19 Oktober 2012, in Ekonomi Makro and tagged , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: