PERDEBATAN ANTARA KLASIK DAN KEYNES

Pandangan Kaum Klasik    

Pandangan kaum klasik yang sangat penting adalah yang mengatakan bahwa tingkat output dan harga keseimbangan hanya bisa dicapai kalau perekonomian berada pada tingkat kesempatan kerja penuh dan keseimbangan dengan tingkat kesempatan kerja penuh itu hanya bisa dicapai melalui bekerjanya mekanisme pasar secara bebas. Jadi, keseimbangan dengan kesempatan kerja penuh tersebut menurut kaum klasik merupakan kondisi yang ideal atau normal dari suatu perekonomian.

Keyakinan dari kaum klasik bahwa di dalam perekonomian akan selalu terwujud keadaan keseimbangan dengan tingkat kesempatan kerja penuh itu dilatar belakangi oleh keyakinan mereka akan tiga hal, yaitu:

  1. Bahwa perekonomian pasar (bebas) itu memiliki kekuatan yang dapat diibaratkan sebagai suatu mekanisme yang memiliki kemampuan self-correcting atau self-adjusting atau self-regulating, yang dapat membawa perekonomian tersebut kepada kondisi yang diinginkan.
  2. Hukum pasar dari J.B. Say, yang menyatakan bahwa penawaran akan menciptakan permintaannya sendiri, selalu berlaku bagi perekonomian secara keseluruhan.
  3. Bahwa tingkat harga dan upah didalam perekonomian adalah cukup fleksibel.

Pada intinya model makroekonomi dari kaum klasik, memiliki beberapa implikasi yang penting, yaitu:

  1. Bahwa kesempatan kerja penuh selalu terwujud.
  2. Bahwa pergeseran permintaan agregat hanya akan mempengaruhi tingkat harga, tetapi tidak mempengaruhi tingkat output riil keseimbangan dan kesempatan kerja didalam perekonomian.
  3. Penawaran merupakan faktor kunci bagi pertumbuhan ekonomi. Stagnasi ekonomi yang terjadi merupakan akibat dari kegagalan atau ketidak-mampuan didalam meningkatkan atau mengembangkan input-input tersebut.
  4. Inflasi yang terjadi merupakan akibat ketidak-mampuan bank sentral. Inflasi didalam perekonomian timbul sebagai akibat dari kegagalan dari pemerintah atau bank sentral untuk mengendalikan laju pertumbuhan jumlah uang yang beredar.

 

Pandangan Keynes

Pendapat yang sangat penting dari Keynes adalah yang mengatakan bahwa perekonomian swasta pada dasarnya adalah tidak stabil dan penuh dengan ketidakpastian, dan bahwa kondisi yang ideal dari perekonomian adalah keseimbangan dibawah kesempatan kerja penuh atau keseimbangan dengan pengangguran besar-besaran. Selain itu, Keynes mengatakan bahwa tidak terdapat kecenderungan secara alamiah bagi perekonomian untuk bergerak ke arah keseimbangan dengan kesempatan kerja penuh.

Pendapat lain dari Keynes adalah menyangkut peranan uang. Kalau di dalam model makroekonomi klasik, uang itu dianggap netral dalam arti tidak mempunyai pengaruh terhadap peubah-peubah sektor riil seperti output dan kesempatan kerja, maka didalam model makroekonominya Kenyes, uang merupakan peubah yang sangat penting dan menentukan karena dapat mempengaruhi tingkat output dan kesempatan kerja.

Singkatnya, Keynes menciptakan suatu teori yang bersifat terpadu tentang uang, output, kesempatan kerja dan harga-harga, sebagai kebalikan dari teori klasik yang dikenal sebagai “two-worlds” system, dimana output riil dan kesempatan kerja ditentukan oleh tingkat upah dan tingkat bunga, sementara jumlah uang yang beredar hanya menentukan tingkat harga.

Posted on 19 Oktober 2012, in Ekonomi Makro and tagged , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: