INFLASI DAN PENGANGGURAN

  1. Inflasi

Inflasi adalah suatu gejala dimana tingkat harga umum mengalami kenaikan secara terus menerus.

  • Menurut kaum klasik inflasi merupakan fenomena moneter, dimana penyebab utamanya karena kenaikan atau pertumbuhan jumlah uang beredar.
  • Menurut kaum moneteris sama dengan klasik, yaitu inflasi merupakan fenomena moneter, bedanya pada pertumbuhan uang beredar juga berpengaruh terhadap output dan kesempatan kerja.
  • Menurut Keynes juga sama, yaitu pertumbuhan jumlah uang beredar yang pesat akan menyebabkan tingkat harga meningkat secara terus-menerus dengan laju yang tinggi.
  • Menurut para ekonom sisi penawaran juga sama, memandang inflasi sebagai fenomena moneter.
  • Menurut kaum strukturalis mengatakan bahwa inflasi merupakan sesuatu yang tidak dapat dihindarkan oleh perekonomian yang sedang berkembang.

Jenis-jenis inflasi:

  • Inflasi tarikan permintaan.
  • Inflasi dorongan biaya.
  • Inflasi struktural

Dampak inflasi:

  • Mendorong terjadinya redistribusi pendapatan diantara anggota masyarakat.
  • Menyebabkan penurunan dalam efisiensi ekonomi.
  • Menyebabkan perubahan-perubahan di dalam output dan kesempatan kerja.
  • Menciptakan suatu lingkungan yang tidak stabil bagi keputusan ekonomi.
  1. Pengangguran

Pengangguran adalah suatu keadaan dimana seseorang yang tergolong dalam kategori angkatan kerja tidak memiliki pekerjaan dan secara aktif sedang mencari pekerjaan.

Jenis pengangguran:

  • Pengangguran friksional.
  • Pengangguran struktural.
  • Pengangguran alamiah.
  • Pengangguran siklis atau konjungtural.

Dampak pengangguran:

  • Terhadap perekonomian
  1. Menyebabkan masyarakat tidak dapat memaksimumkan tingkat kesejahteraan yang mungkin dicapainya.
  2. Menyebabkan pendapatan pajak pemerintah berkurang.
  3. Menghambat pertumbuhan ekonomi.
  • Terhadap individu dan masyarakat
  1. Menyebabkan kehilangan mata pencaharian dan pendapatan.
  2. Menyebabkan kehilangan atau berkurangnya keterampilan.
  3. Menimbulkan ketidakstabilan sosial dan politik.
  4. Hubungan Antara Inflasi dan Pengangguran

Hubungan antara inflasi dan pengangguran menurut A. W. Phillips.

  • Terdapat hubungan yang negatif antara tingkat pertumbuhan upah nominal dan tingkat penggangguran.
  • Hubungan diantara kedua peubah tersebut terlihat stabil.

Hubungan antara inflasi dan pengangguran menurut Lipsey.

  • Suatu hubungan yang positif terjadi antara tingkat upah nominal dan kelebihan permintaan akan tenaga kerja.
  • Suatu hubungan yang negatif terjadi antara kelebihan permintaan akan tenaga kerja dan tingkat pengangguran.

Hubungan antara inflasi dan pengangguran menurut Samuelson dan Solow.

  • Hubungan antara pertumbuhan upah uang dan inflasi, dengan mark-up yang tertentu sangat tergantung pada laju pertumbuhan produktivitas tenaga kerja.

 

 

 

 

Posted on 19 Oktober 2012, in Ekonomi Makro and tagged , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: