PERHITUNGAN PENDAPATAN NASIONAL

Perhitungan pendapatan nasional merupakan suatu kerangka perhitungan yang digunakan untuk mengukur aktivitas ekonomi yang terjadi atau berlangsung di dalam perekonomian. Data perhitungan pendapatan nasional berfungsi untuk menyediakan landasan bagi kita dalam melakukan pengukuran kinerja perekonomian, pembuatan peramalan ekonomi dan penyusunan berbagai kebijakan makroekonomi. Selain itu, perhitungan pendapatan nasional juga memungkinkan kita dapat memahami dengan lebih baik bagaimana berbagai bagian dari suatu perekonomian saling berinteraksi satu dengan yang lainnya, dan sekaligus menyediakan suatu kerangka konseptual untuk menjelaskan saling keterkaitan diantara berbagai peubah makroekonomi yang penting seperti output, pendapatan dan pengeluaran.

Arus perputaran output dan pengeluaran atau arus perputaran kegiatan ekonomi merupakan suatu diagram yang menggambarkan saling keterkaitan diantara berbagai pelaku ekonomi seperti sektor rumah tangga, sektor perusahaan, sektor pemerintah, sektor luar negeri dan berbagai pasar yang ada di dalam perekonomian seperti pasar faktor produksi, pasar barang atau produk dan pasar keuangan atau kredit.

Konsep tentang Pendapatan Nasional

  1. Produk Domestik Bruto (GDP)
  2. Produk Domestik Netto (NDP)
  3. Pendapatan Nasonal (NI)
  4. Pendapatan Perorangan (PI)
  5. Pendapatan Disposibel (DI)

Dalam perhitungan pendapatan nasional, ada tiga pendekatan yaitu:

  1. Pendekatan Pengeluaran

Pendekatan pengeluaran adalah suatu pendekatan dimana produk domestik bruto diperoleh dengan cara menjumlahkan nilai pasar dari seluruh permintaan akhir atas output yang dihasilkan di dalam perekonomian, diukur pada harga pasar yang berlaku.

  1. Pendekatan Pendapatan

Pendekatan pendapatan adalah suatu pendekatan dimana pendapatan pendapatan nasional diperoleh dengan cara menjumlahkan pendapatan dari berbagai faktor produksi yang menyumbang terhadap proses produksi.

  1. Pendekatan Produksi

Pendekatan produksi adalah suatu pendekatan dimana produk domestik bruto diperoleh dengan penjumlahan dari hasil perkalian antara kuantitas atau jumlah masing-masing barang dan jasa dengan harga dari barang atau jasa tersebut.

Beberapa identitas penting dalam makroekonomi

  1. Model dua sektor

Y = C + I …………………(i)

Y = C + S………………..(ii)

  1. Model makro empat sektor

Y = C + I + G + Xn  …………………………………………(i)

Yd = Y + TR – T  ……………………………………………(ii)

C + G + I + Xn = Y = Yd + (T – TR)

= C + S + (T – TR) …………….(iii)

Produk domestik bruto nominal adalah GDP yang dihitung berdasarkan harga pasar yang berlaku dan belum disesuaikan dengan perubahan yang terjadi dalam tingkat harga atau tingkat inflasi. Sedangkan, produk domestik bruto riil adalah GDP yang dihitung berdasarkan harga konstan atau harga tahun dasar.

GDP tidak pernah dimaksudkan untuk mengukur indeks kesejahteraan sosial atau ekonomi dari penduduk suatu negara. Ini dikarenakan oleh salah satu alasan yaitu banyaknya kegiatan ekonomi yang hasilnya tidak diperjualbelikan atau tidak melalui pasar, maka akan sulit untuk mengadakan perhitungan GDP secara cermat.

Posted on 16 Oktober 2012, in Ekonomi Makro and tagged , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: