PENENTUAN UPAH DI PASAR TENAGA KERJA

Upah adalah pembayaran yang diperoleh dari berbagai bentuk jasa yang disediakan atau diberikan oleh tenaga kerja kepada para pengusaha.

Upah Uang dan Upah Riil

Upah uang adalah jumlah uang yang diterima para pekerja dari para pengusaha sebagai pembayaran atas tenaga mental/fisik para pekerja yang digunakan dalam proses produksi. Sedangkan, Upah riil adalah tingkat upah pekerja yang diukur dari sudut kemampuan upah tersebut membeli barang-barang dan jasa-jasa yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan para pekerja.

Hubungan Antara Produktivitas dan Upah

Upah sangat tergantung pada tingkat produktivitas, semakin tinggi produktivitas maka semakin tinggi upah yang diterima. Kenaikan produktivitas disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya;

  • Kemajuan teknologi memproduksi.
  • Pertambahan kepandaian dan keterampilan tenaga kerja.
  • Perbaikan dalam organisasi perusahaan dan masyarakat.

Penentuan Upah di Berbagai Bentuk Pasar Tenaga Kerja

Pasar tenaga kerja dapat dibedakan menjadi beberapa bentuk, diantaranya;

  1. Pasar Tenaga Kerja yang Bersifat Persaingan Sempurna

Permintaan atas tenaga kerja bersifat; semakin tinggi/rendah upah tenaga kerja, semakin sedikit/banyak permintaan atas tenaga kerja. Penawaran atas tenaga kerja; semakin tinggi upah, semakin banyak tenaga kerja yang bersedia menawarkan tenaganya. Jadi upah ditentukan oleh besar kecilnya permintaan/penawaran tenaga kerja.

  1. Pasar Tenaga Kerja Monoposmi

Monoposmi berarti hanya terdapat satu pembeli di pasar sedangkan penjual jumlahnya banyak. Upah tenaga kerja bertambah tinggi apabila lebih banyak tenaga yang digunakan. Jadi upah ditentukan oleh pengusaha yang membayar pekerja tersebut.

  1. Pasar Tenaga Kerja Monopoli di Pihak Pekerja

Para pekerja dapat menuntut upah yang mereka inginkan. Penentuan upah dalam pasar pasar tenaga kerja yang bersifat monopoli pihak pekerja dibedakan pada tiga keadaan;

  • Menuntut upah yang lebih tinggi dari yang dicapai pada keseimbangan permintaan dan penawaran.
  • Membatasi penawaran tenaga kerja.
  • Menjalankan usaha-usaha yang bertujuan menaikan permintaan tenaga  kerja.
  1. Pasar Monopoli di Kedua Belah Pihak (monopoli bilateral)

Didalam pasar tenaga kerja monopoli bilateral terdapat perbedaan yang nyata diantara upah yang dituntut serikat buruh dengan upah yang ditawarkan. Jadi tingkat upah tidak akan bisa ditentukan tetapi biasanya tingkat upah yang berlaku adalah tingkat dimana antara upah yang dituntut serikat buruh dengan upah yang ditawarkan perusahaan.

Di dalam pasar monoposmi upah lebih rendah daripada di pasar persaingan sempurna, sedangkan di pasar dimana tenaga kerja mempunyai kekuasaan monopoli, upahnya lebih tinggi dari pasar persaingan sempurna.

Faktor-Faktor yang Menimbulkan Perbedaan Upah

Faktor-faktor penting yang menjadi sumber dari perbedaan upah diantara pekerja-pekerja di dalam suatu jenis kerja tertentu dan diantara berbagai golongan pekerjaan adalah;

  1. Perbedaan corak permintaan dan penawaran dalam berbagai jenis pekerjaan.
  2. Perbedaan dalam jenis-jenis pekerjaan.
  3. Perbedaan kemampuan, keahlian dan pendidikan.
  4. Terdapatnya pertimbangan bukan keuangan dalam memilih pekerjaan.
  5. Ketidaksempurnaan dalam mobilitas tenaga kerja.
  6. Faktor geografis.
  7. Faktor institusional.
About these ads

Posted on 19 Oktober 2012, in Ekonomi Mikro and tagged , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: